RSS

native programming vs. framework

25 Mar

Satu keadaan :

Mungkin bagi anda yang sudah geek, bertahun tahun bahkan, telah terjun sebagai developer web menggunakan php. Anda sudah membuat puluhan module, yang telah anda susun dari berbagai projek yang pernah anda buat sebelumnya. Dan tentunya anda mengatakan kalau anda ‘enjoy’ akan hal ini sebab jalan pikiran (baca:algoritma) program yang anda buat memang khusus sesuai dengan apa yang anda pikirkan. Kalaupun ada orang baru masuk (baca:junior) maka yang harus belajar adalah sang programmer baru itu, dia ‘dipaksa’ untuk mengikuti pola dan jalan pikiran anda.

Satu masalah :

Anda sudah jenuh di tempat kerja anda sekarang. Ada lowongan untuk senior web programmer di perusahaan lain dengan syarat minimal 3 tahun pengalaman dan anda tertarik untuk bergabung ke dalamnya karena berbagai pertimbangan (baca: kebutuhan ekonomi).  Maka langsung saja anda mendaftar dan lolos masuk seleksi dan akhirnya bekerja di perusahaan baru tersebut. Namun cukup kaget juga bagi anda, karena mereka menerapkan aturan tersendiri untuk penggunaan modul php dalam setiap project yang dikerjakan. Kali ini mau tak mau anda harus beradaptasi dengan lingkungan baru itu.

Wacana :

Satu hal yang cukup disayangkan di negeri ini dimana banyak perusahaan pengembang software memiliki aturan sendiri-sendiri dalam penulisan program. Tidak ada standarisasi di dalamnya. Hal ini berbeda di negara-negara maju dimana akuisisi antar perusahaan pengembang software sudah bisa dibilang lumrah, klo disini?? Ya, itu tadi. Perihal tidak adanya standarisasi antar perusahaan.

Framework bisa menjadi salah satu solusi.  Standarisasi yang ditawarkan mulai dari arsitektur MVC, hingga ORM, cukup memudahkan karena readable dan human friendly. Bandingkan dengan native programming (baca:nulis program dari awal) dimana tiap-tiap programer tentunya memiliki algoritma yang berbeda dalam menangani sebuah masalah yang dihadapi. Mulailah belajar framework mulai dari sekarang. Untuk desktop bisa memakai .NET (baca:dotnet), web application bisa memakai symfony.

 
2 Comments

Posted by on March 25, 2009 in paradigma

 

Tags: , ,

2 responses to “native programming vs. framework

  1. roistiawan

    March 25, 2009 at 07:47

    waduh makanan opo maneh iki,,isine computer kabeh…mboh mboh..mumet aku mocone

     
    • cepilitok

      March 27, 2009 at 08:40

      Yah memang tiap hari pegangannya komputer, tapi ya ga gitu2 melulu kok is. Thnx for ngisi koment di blog ak.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: